Cara Merawat Radiator Mobil Biar Nggak Overheat

Sob, radiator adalah garda depan sistem pendingin mesin, dan kalau perawatannya diabaikan, risiko overheat di jalan jadi jauh lebih tinggi. Untungnya, merawat radiator nggak butuh effort besar asal dilakukan rutin. Cek Level dan Warna Air Radiator Level air di bawah garis minimum — tanda ada kebocoran atau penguapan berlebih yang perlu dicek penyebabnya. Warna air radiator keruh atau berkarat — sebaiknya segera dikuras dan diganti dengan coolant baru. Gunakan coolant, bukan air keran biasa — coolant punya titik didih lebih tinggi dan mengandung zat anti karat. Bersihkan Sirip Radiator dari Kotoran Debu, daun, dan serangga yang menempel di sirip radiator bisa menghambat aliran udara pendingin. Bersihkan secara berkala dengan semprotan air bertekanan rendah dari arah dalam ke luar supaya sirip radiator tidak bengkok. Kuras dan Ganti Coolant Secara Berkala Coolant sebaiknya dikuras dan diganti setiap 40.000 km atau setiap 2 tahun sekali, tergantung mana yang lebih dulu tercapai. Coolant yang sudah lama kehilangan kemampuan melindungi komponen dari karat dan korosi. Waspadai Tanda Kebocoran di Selang Radiator Selang radiator yang getas atau retak halus bisa jadi sumber kebocoran yang tidak langsung terlihat. Cek kondisi selang secara visual dan raba permukaannya, kalau terasa kaku atau ada rembesan, sebaiknya segera diganti. Kenapa harus pakai coolant, bukan air keran biasa, untuk radiator? Coolant punya titik didih lebih tinggi dan mengandung zat anti karat, sehingga lebih efektif melindungi komponen radiator dari korosi. Seberapa sering coolant radiator sebaiknya dikuras dan diganti? Idealnya setiap 40.000 km atau setiap 2 tahun sekali, tergantung mana yang lebih dulu tercapai. Bagaimana cara mengetahui selang radiator mulai bocor? Cek kondisi selang secara visual dan raba permukaannya, kalau terasa kaku, getas, atau ada rembesan, sebaiknya segera diganti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *